Selamat datang di RUMAHKU SHALAWATKU, gubuk persinggahan bagi para Pencinta dan Perindu Rasulullah Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam.

Senin, 27 Agustus 2012

Mengingat Allah

“Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, ia berkata: ‘Adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa mengingat Allah Azza wa Jalla di setiap waktunya.’” (HR. Muslim).

Hidup Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tak pernah lepas dari mengingat Allah dari semenjak bangun tidur hingga tidur lagi. Kebiasaan mengingat Allah seperti yang dikatakan dalam Al-Qur’an,

“… Yaitu orang-orang yang selalu ingat kepada Allah dalam keadaan brerdiri, duduk dan tidurnya.” (QS. Ali Imran: 190-191).

Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman,
“Aku bersama sangkaan hamba-Ku kapada-Ku, dan Aku bersamanya jika dia menyebut-Ku, maka apabila dia menyebut-Ku dalam dirinya, Aku pun akan menyebutnya dalam diri-Ku. Dan apanila dia menyebut-Ku di tengah banyak orang, maka Aku akan menyebutnya ditengah orang banyak yang lebih baik dari mereka.”(Muttafaq Alaih).

Yogyakarta, 31 may 2010

READ MORE Here....

Sabtu, 25 Agustus 2012

Pedang Rasulullah

Pedang 1. Al-Matthur



Pedang 2. Al-Adb


Pedang 3. al-faqar



Pedang 4. Al-Battar 
 
 Pedang 5. Al-Hatf


Pedang 6. Al-Mikhdham


Pedang 7. Al-Rasub 


Pedang 8. Al-Qabid


Pedang 9. Al-Qala
Pedang 9. al-qala

READ MORE Here....

Jumat, 24 Agustus 2012

Derita Cinta dan Belanggu Rindu

Dengan kiasan apa aku bisa melampiaskan kecintaanku padamu,
Padahal aku belum pernah sekalipun bertemu langsung denganmu,
Sementara mataku tersekat kesempatannya untuk bisa nyata menatap matamu,
Padahal aku belum pernah sekalipun mendengar sabda-sabda terucap langsung dari lisan sucimu,
Sementara gendang telingaku tertutup kesempatannya untuk bisa nyata mendengar merdu suaramu.

Dengan bahasa apa aku bisa meluapkan kerinduanku padamu,
Padahal jasad sucimu sudah beristirahat mendahuluiku berabad-abad yang lalu,
Sementara aku disini masih berkeliaran dikenikmatan dunia yang fana,
Padahal Rohmu sudah anggun bertahta disiratulmuntaha,
Sementara rohku disini masih terbelenggu dalam raga yang semakin pekat terbalut cinta.

Wahai Yang Kuasa mengendalikan setiap rasa,
Wahai Yang Kuasa menyemayamkan cinta didalam dada,
Jikalau pertemuanku dengannya hanya bisa terjadi setelah mata ini sempurna terpejam,
Jikalau kerinduanku dengannya hanya bisa terobati setelah jantung ini berhenti berdetak,
Jikalau kecintaaku dengannya hanya bisa terbalas setelah kematian datang menjemput.

Maka, pejamkanlah mataku sekarang juga,
Maka, hentikanlah detak jantungku sekarang juga,
Maka, utuslah Izroilmu untuk menjemputku sekarang juga,
Dan pertemukanlah daku untuk mengobati kerinduan pada cintaku,
Dan bawalah segera daku yang sudah tak bisa menahan dera cinta dan belenggu rindu.

(“Purwokerto, Senin 12 Rabiul Awal 1430 H / 9 Maret 2009, 00.30. Apakah disana, engkau mendengar jeritanku ini ya Sayyidi ya Rasulullah?”)

READ MORE Here....

Rabu, 22 Agustus 2012

Keagungan Rasa

Keagungan rasa begitu dahsyat
Membuncah dan membahana dalam dada
Menghujamkan sketsa namamu dititik terdalam jiwaku
Hingga segumpal daging dalam dadaku berucap mantap
Kaulah karunia sang Maha Pencipta Cinta?
Untuk menyelamatkan umat yang sekarat di dunia dan akhirat?
Menolong kami ketika disidang dalam adil Mizan-nya
Serta menuntun meniti bentang panjang shiraatal Mustaqiim?
Keagungan rasa begitu dahsyat
Membuncah dan membahana dalam dada
Karena satu nama
Muhammad putra Abdullah cucu Abdul Muthalib
Keturunan mulia dari bani Quraisy.

Purwokerto, 28 04 09

READ MORE Here....

Sabtu, 18 Agustus 2012

Wahai Kekasihku

dalam 3 jam kedepan engkau kan melangkah
pergi menjauhiku yang masih disini
menyuguhkan kesepian
menyisakan kesendirian

maka berkabunglah hati karenanya
datanglah kesedihan bersama perpisahan
duhai kekasih yang belum bisa sempurna kubahagiakan
duhai cinta yang hanya sekejapan dalam kebersamaan

akankah kita dipertemukan kembali
bersatu dalam keceriaan dan keberkahan
mengulang ketaatan dalam indahnya malam-malam
mengukir kesabaran dalam untai terangnya siang

kehangatan kita masih terasa dalam dekapan
keintiman kita masih terbayang dalam ingatan
namun engkau sudah sempurna berkemas 
siap melangkah tuk pergi dari sisiku

sesaklah dada ini
beratlah beban ini
tapi engkau tak bisa dihentikan
keputusan tak bisa dibantahkan

sungguh aku akan merindukanmu
selalu menunggumu kembali kesisiku
wahai kekasih
wahai tercinta

andaikata Tuhan bersedia mengabulkan
kan kuminta Dia menjadikan seluruh bulan
digantikan oleh dirimu
wahai penghulu seluruh bulan

selamat jalan untukmu penyandang kesucian
selamat jalan bagimu pembawa keagungan
selamat jalan padamu penebar keberkahan
selamat jalan ya ramadhan

terima kasih untuk semua keceriaan
terima kasih untuk semua kehangatan
terima kasih untuk semua kebersamaan
terima kasih untuk semua yang telah kita jalani bersama

wahai kekasihku wahai ramadhanku
janganlah jemu menyebut-nyebut namaku di langit sana
ceritakanlah apa-apa yang telah kita kerjakan bersama
kepada seluruh penduduk alam atas dan alam bawah
serta kepada Raja Yang Bersemayam di Arsy-Nya

kuucapkan salam perpisahan untukmu
dengan alunan tertulus yang bisa kuciptakan
"Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar..."
"laa ilaa ha illallahu wa Allahu Akbar..."
"Allahu Akbar wa lillahilham..."


Garut, menjelang kepergian Ramadhan dan kedatangan 1 Syawal

READ MORE Here....

Berkunjunglah

Bulan kesatu ku telah menyatu,
Bulan kedua segera tiba,
Bulan ketiga tak lama kan ada,
dalam masa penantian itu...
disela riak mata air kelopak
diantara syahdu sembah sujudku,
dihela suara isak harapan,
dengan setakzimnya penghormatan yang bisa diciptakan
ku bermohon sesangat bisa kumohon
berkunjunglah kegubuk hamba ya Rasul...
ada kabar yang ingin hamba kabarkan padamu...
sesuatu tentang...
ah... kutau engkau akan tersenyum
jika kukatakan prihal kabar itu,
karena kutau engkau sudah paham,
apa yang akan hamba ucapkan,
tentang pertanyaan yang dulu hamba ajukan
tentang jawaban yang dulu engkau berikan
tentang...
diantara satu
sampai tiga...
berkunjunglah kegubuk hamba
ya Rasul...
Garut,18 Agustus 2012

READ MORE Here....

Jumat, 17 Agustus 2012

Tentangnya

Separuhku kembali bergejolak ingin mendahului pergi,
Bersama sejiwa cinta hingga tak bersisa.
Separuhku lagi terdiam muram,
Bersama seraga rindu yang sudah teralalu padamu.

Benar, aku mencintaimu,
Tapi apa harus sebesar begini?
Benar, aku merindumu,
Tapi apa mesti sepekat ini?
Benar, aku mendambamu,
Tapi apa wajar jika separah ini?

Mengapa jiwaku selalu berguncang,
Ketika ingatku membawamu kebenakku?
Mengapa dadaku harus bergetar,
Ketika kuucap dengan halus nama indahmu?
Mengapa aku harus tergila-gila setengah mati,
Hanya karenamu yang tak pernah sekalipun bertemu?
Mengapa aku harus membuang air mata,
Hanya karena menggores pahatan puisi ini?

Janganlah engkau kembali diam kasih,
Jawablah aku Wahai Abu Fatimah Az-Zahra.

Yogyakarta 29 April 2010

READ MORE Here....