Rontaan batin tak jemu minta pertemuan,
Terus merayu, menarik dan memaksa,
Untuk beranjak menuju alam setelah kehidupan,
Demi terwujudnya sebuah perjumpaan.
Duhai siang yang tak pernah lelah menerangi bumi,
Sampaikan salam terbaik kami pada baginda Nabi,
Hingga terasakan dengan hidmat,
Sapaan hangat mulianya di dasar hati kami.
Duhai malam yang tak bosan memeluk gelap,
Hidangkanlah alunan orkestra shalawat kami,
Hingga terasakan kesejukan jawaban,
Dari sang pemilik air telaga kautsar.
Duhai senja yang tak pernah berkedip ditiup peradaban,
Lesatkanlah dari busur cinta kami,
Mata panah kasih sayang,
Hingga menembus ulu hati baginda kami.
Duhai pagi yang selalu bersiul ceria menyambut hari,
Bacakanlah puisi rinduan ke hadirat kekasih kami,
Hingga terasakan kelezatan cinta suci sang nabi,
Untuk kami yang tak pernah berhenti menanti.
Yogyakarta, 09 November 09
Kamis, 16 Agustus 2012
Duhai Baginda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar