Separuhku kembali bergejolak ingin mendahului pergi,
Bersama sejiwa cinta hingga tak bersisa.
Separuhku lagi terdiam muram,
Bersama seraga rindu yang sudah teralalu padamu.
Benar, aku mencintaimu,
Tapi apa harus sebesar begini?
Benar, aku merindumu,
Tapi apa mesti sepekat ini?
Benar, aku mendambamu,
Tapi apa wajar jika separah ini?
Mengapa jiwaku selalu berguncang,
Ketika ingatku membawamu kebenakku?
Mengapa dadaku harus bergetar,
Ketika kuucap dengan halus nama indahmu?
Mengapa aku harus tergila-gila setengah mati,
Hanya karenamu yang tak pernah sekalipun bertemu?
Mengapa aku harus membuang air mata,
Hanya karena menggores pahatan puisi ini?
Janganlah engkau kembali diam kasih,
Jawablah aku Wahai Abu Fatimah Az-Zahra.
Yogyakarta 29 April 2010
Jumat, 17 Agustus 2012
Tentangnya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar